<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6213302062575445811</id><updated>2012-02-16T10:27:44.377-08:00</updated><title type='text'>Life of Mine</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ryanhertanto.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6213302062575445811/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryanhertanto.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ryan Hertanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15699688406192060984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6213302062575445811.post-4428360399331742170</id><published>2011-05-04T08:48:00.000-07:00</published><updated>2011-05-04T08:48:38.012-07:00</updated><title type='text'>Jati Diri</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Hai, seperti yang saya katakan pada postingan pertama, dalam hal ini saya akan membahas bagaimana caranya saya bisa tidak mendapat pekerjaan di Jakarta selama 2 tahun lamanya. Tapi, apa hubungannya dengan judul "Jati Diri" (ga nyambung ah?!). Eits, jangan salah, justru ada kaitannya. Oke, saya ingin menceritakan dulu apa yang saya lakukan setelah saya lulus dari perkuliahan. Mungkin semua orang selalu memiliki step dalam hidupnya. Maksudnya? Begini, saya beri contoh yang simple. Waktu kecil, saya dibimbing orang tua masuk sekolah, lalu masuk di bangku SD, kemudian SMP, lanjut lagi SMA, nah sampai sini kebanyakan dari diri kita atau mungkin dari orang tua juga sudah tertanam "Kuliah, habis lulus SMA ya kuliah dong" Oke, lanjut lagi kuliah. Nah habis kuliah selesai terus ngapain? "Terusin S2 dong" Oke,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;ambil S2. Terus ngapain habis lulus S2? "Lagi! S3!!" Okehh! Go to S3! Sekarang uda lulus S3, ngapain? S4? S5? 6, 7, 8?? dan seterusnya (kapan cari duidnya coy?! Kapan nikah?!). Tapi tahukah kalian? Apa yang sudah saya contohkan itu sebenarnya merupakan step - step kita dalam hidup. Mungkin setiap orang mempunyai step hidup yang berbeda beda. Dan yang saya alami saat itu adalah "habis kuliah ya kerja". Saya mencoba untuk melamar di berbagai perusahaan saat itu. Perusahaan apapun saya kurang begitu peduli, yang penting masuk kerja dulu, cari pengalaman. "Kring kring!" Yeah, panggilan interview pertama. Saya datang, wawancara dengan HRD, dan begitu ngomong soal gaji langsung deh minta yang sebesar besarnya (iya dong! kan fresh graduate!) Then, She just say "okey, nanti saya konfirmasi dulu ke bos saya, tunggu sekitar 2 minggu untuk jawabannya". Selesai interview pertama, handphone kembali berdering "Kring kring!" Sip, panggilan interview ke dua. Seperti yang pertama, datang, wawancara, pulang, tunggu jawaban. Tapi tahukah, bahwa saat itu yang terpikir dalam benak saya adalah "saya fresh graduate, kerjaan pertama harus yang pas dan menyenangkan". Tapi ternyata hal itu tidak berjalan sesuai dengan pemikiran saya. Yang ada justru sebaliknya. Beberapa perusahaan ada yang saya tolak karena soal gaji, ada yang saya tolak karena tempat kerjanya kurang enak, ada yang saya tolak karena bosnya terkesan galak, dan ada pula yang justru menolak saya. Saat itu saya masih belum sadar, selalu dan selalu yang terpikir oleh benak saya adalah cari kerja gampang, yang penting gaji harus gede, kerjaan sesuai dengan mau saya. Waktu terus berjalan dari hari ke hari. Teman - teman saya sudah mulai mendapat pekerjaan satu per satu. Dan hingga suatu hari, hati saya mulai goyah. Kegelisahan dalam diri saya mulai muncul. Saya bingung, dilema, pusing, stres, pokoknya ribet pikiran saya. Orang tua pun sudah mulai buka mulut soal saya mencari kerja. Pada saat itu saya mulai berpikir, kenapa hal ini bisa terjadi. Saat itu sudah 6 bulan lamanya. Tapi entah kenapa, walaupun saya pusing, gelisah, stres dan bla bla bla, saya tidak merasa takut. Justru yang terpikir dalam benak saya, "yah, nikmatin hidup saja dulu deh, kerjaan sih bisa diatur lah. Toh kalo saya sudah kerja nanti, ga mungkin saya bisa santai - santai seperti saat ini" Oke, pencarian kerja dihentikan untuk sementara waktu. Saya berdiam diri selama 6 bulan lagi lamanya (jadi 1 tahun belum kerja). Hingga suatu hari, saya diajak oleh teman - teman saya jalan - jalan.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Memang sebenarnya bukan hari itu juga saya diajak teman jalan - jalan. Tapi entah kenapa pada hari itu, saya merasakan keanehan dalam diri saya. Teman - teman saya yang sudah bekerja tampak terlihat dewasa sekali baik dalam berpakaian sampai dalam hal pembicaraan. Mereka semua tampak seperti orang baru yang memiliki hidup baru dengan segala hal yang baru yang mereka jalani. Masing - masing teman saya bercerita tentang bagaimana hidup mereka berkantor kesehariannnya. Ada pula yang curhat, dan ada pula yang mengolok olok perusahaannya sendiri. Dari situ saya merasakan suatu gejolak yang membuat saya merasa sedikit iri. Ya, saya iri pada mereka. Saat itu saya mulai merasakan adanya perasaan malu di dalam diri saya sendiri. Sambil pulang dari jalan - jalan, saya berpikir "kenapa saya begini?" Hal itu terus terlintas di pikiran saya sampai sudah di kos. Tidurpun kurang tenang. Keesokannya saya tetap meneruskan kehidupan sehari hari saya dengan santai. Dan hal itu berlangsung hingga 3 bulan lamanya. Kembali lagi saya mendapat peringatan oleh orang tua saya akan ketidak jelasan masa depan saya. Pusing... iya, stress... iya, bingung... banget! Jadi apa yang saya lakukan saat itu? Saya mulai memutar otak lagi bagaimana caranya agar saya bisa mencari uang dengan kemampuan yang saya punya saat itu. Gambar! Ya, itu kemampuan yang saya miliki. Oke, mulai karir saya di bidang seni. First thing to do is "bikin gambar bagus sebanyak - banyaknya lalu sebarkan pada dunia" Gambar, gambar dan gambar. Itulah keseharian yang saya lakukan saat itu. Sampai saatnya tiba untuk saya menjual karya - karya saya.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Kepedean dalam diri saya mulai bangkit lagi dengan adanya permintaan gambar for the first time. Yay! Tapi apa hal tersebut terus terjadi? NO! That was the first and the last client on my life. Kegelisahan mulai menghantui saya. Saya mulai dibayangi oleh rasa ketakutan yang luar biasa yang tidak pernah saya alami sebelum - sebelumnya. Hari demi hari terus hilang, umur saya pun semakin tua dari hari ke hari. Saya pun dipanggil oleh orang tua untuk pulang ke rumah saja daripada tidak jelas di Jakarta, ngekos, buang - buang duid saja. Tiba di rumah saya memulai hidup baru saya lagi dengan membantu ayah saya. Tapi hal itu tidak berlangsung lama. Entah kenapa, saya tetap tidak merasakan kenyamanan dalam hati saat membantu usaha ayah. Saya mulai menangis, mulai mengalami penyesalan. Saya mulai terus menyalahkan diri sendiri, berkata "kenapa pada waktu itu saya tidak kerja saja tanpa harus memilih milih kerjaan" Mungkin&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;jika pada waktu itu saya kerja, hal ini tidak mungkin terjadi. Tapi apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur. Waktu sudah tidak dapat kembali lagi. Jadi yang harus dilakukan adalah bagaimana caranya saya mencoba untuk mencari pekerjaan lagi tanpa harus memilih - milih lagi. Hunting kerja pun dimulai kembali. Oke, kali ini saya pasti bisa dapat. Itu yang saya tanamkan dalam diri untuk mengangkat percaya diri saya. Akhirnya selama 2 tahun lamanya saya menganggur tidak jelas, terakhir belum lama ini saya diterima oleh 1 perusahaan advertising. Perasaan saat itu tidak dapat diungkapkan dengan kata - kata. Gembira, Senang, Excited, Girang, Terharu, bercampur aduk menjadi satu. Sungguh senang rasanya bisa mendapat pekerjaan. Saya bersyukur pada Tuhan sesyukur syukurnya karena tanpa diri-NYA juga saya tidak bisa memiliki keteguhan hati untuk dapat terus maju. Naahhhh, sudah panjang lebar begini saya bercerita kembali lagi ke topic utama pembicaraan yaitu Jati Diri. Jadi, kesimpulannya apa? Hubungannya apaan dengan Jati Diri? Ga jelas?! Tahukah bahwa yang saya ceritakan barusan itu merupakan jalan pencarian jati diri saya dalam kehidupan. Oh, jadi kamu sudah menemukan jati diri kamu? No! Jangan salah, saya tidak pernah mengatakan hal itu. Saya hanya berkata bahwa, "setiap apa yang kita lakukan dalam hidup itu merupakan proses pencarian jati diri kita" Secara tidak sadar, setiap detiknya itu sifat dan jalan pikir kita dapat berubah. So, pengalaman ini benar - benar merupakan suatu pelajaran yang sangat berarti untuk saya. Sekian dulu curhatannya, nanti lanjut lagi.. Ok! ;)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6213302062575445811-4428360399331742170?l=ryanhertanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryanhertanto.blogspot.com/feeds/4428360399331742170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ryanhertanto.blogspot.com/2011/05/jati-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6213302062575445811/posts/default/4428360399331742170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6213302062575445811/posts/default/4428360399331742170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryanhertanto.blogspot.com/2011/05/jati-diri.html' title='Jati Diri'/><author><name>Ryan Hertanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15699688406192060984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6213302062575445811.post-1570108869799952610</id><published>2011-05-04T07:21:00.000-07:00</published><updated>2011-05-04T07:21:00.296-07:00</updated><title type='text'>Halo!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Halo!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; Hai! Hi! Hei! Hoi! Yep, itu adalah kata sapaan yang selalu terucap oleh mulut kita di setiap permulaan dalam sebuah perkenalan (sotoy). Oke, tanpa basa basi lagi, saya ingin memperkenalkan diri saya. Saya Ryan, anak ke 2 dari 3 bersaudara. Hidup dari kecil di sebuah kota dengan julukan Kota Udang (hayo, yang gak tau search google aja hehe) sampai besar di sekolah yang sama (bisa bayangin bosennya kayak apa tuh). Lalu step to Jakarta buat kuliah dengan mengambil jurusan DKV (desain komunikasi visual). Then lulus di tahun 2009 dengan harapan bisa langsung mendapat kerjaan. Tapi ternyata Tuhan berkata lain. Saya harus menempuh berbagai macam rintangan dan halangan yang membuat diri saya tidak mendapat pekerjaan di Jakarta selama 2 tahun lamanya. Kenapa?? Oke, itu akan saya bahas di postingan berikutnya. Tapi yang terpenting untuk sekarang ini saya sudah dapat pekerjaan (Thx God). Oke, perkenalannya sampai sini saja dulu. Mari kita lanjut ke pembahasannya berikutnya~ Let's Go!~ ^o^/&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6213302062575445811-1570108869799952610?l=ryanhertanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ryanhertanto.blogspot.com/feeds/1570108869799952610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ryanhertanto.blogspot.com/2011/05/halo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6213302062575445811/posts/default/1570108869799952610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6213302062575445811/posts/default/1570108869799952610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ryanhertanto.blogspot.com/2011/05/halo.html' title='Halo!'/><author><name>Ryan Hertanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15699688406192060984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
